Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Thursday, August 27, 2009

Jauh di mata, dekat di hati



Rinduku pada mu menggigit ruang rasaku
menghimbau nostalgia manis di bumi Iskandar
menyelusuri Selat Tebaru
menghidu haruman semilir lalu dari Temasik
kita pintal erat ukhwah tulus tanpa menoleh
gemalai alunan tari mesra ke penghujung malam
mengiringi titisan embun dinihari
hangatnya hembusan nafas segar di ilusiku
membina tugu kenangan ke akhir perjalanan
demi sebuah fisabilillah
demi mencari syurga akhirat
-jauh di mata, namun dekat di hati!!

Monday, August 10, 2009

Tempat Jatuh Lagikan ku Kenang..!

Aku kembali ke dadamu duhai daerah nostalgia
gamitan mesramu mengocak segala rasaku;
aku kembali hari ini bersama ghairah rindu yang mengganas
ku hirup udaramu tanpa pamit
yang pernah mengisi kerongkongku dahulu
tanpa silu ku selusuri kembali setiap lurah dan lekokmu
tanpa peduli ku sisip kembali segala kemanisan dahulu
tanpa menoleh ku sapa kembali pepohonan hijau
yang sering meliuk membuai sepiku
tanpa gusar ku injak kembali kerikil-kerikil kaku tanpa emosi
puas sudah ku telanjangi semua
sebak di dada saat perpisahan bertandang
ku tinggalkan kembali kau di situ
kutinggalkan jejak manis ku di situ
jangan pernah membenci aku
cintaku padamu tidak berbelah bagi
rinduku padamu tidak pernah kontang!

ku ziarah rumah-NYA melafaz syukur
ah, tenangnya..
semuanya masih segar begitu
Selamat tinggal.. aku akan kembali lagi tanpa jemu;
dengan izin-NYA

Monday, July 27, 2009

Gelora di Samudera?

jauh di mata, dekat di hati
tentu saja membangkit gelora di jiwa..
bila saja semilir lalu bertiup sangat kencang
tentu saja samudera menjadi bergelora
aku jadi lelah
aku jadi pasrah
aku mahu pergi!!!

sila: klik

Wednesday, July 15, 2009

SEMILIR PAGI REJAB


Dingin semilir pagi...
Menusuk ke tulang hitam...
Mengangkat aku...
Ke bahtera awana...
DINGIN SEMILIR PAGI
tanpa silu, menyapa wajah nan mulus..
menerobos ke ruang hati..
mengocak tasik rasa..
DINGIN SEMILIR PAGI..
penuh simpati, menyentuh hati..
pun menyentuh rasa milik para hafizah dan para hufaz..
pilihan yang empunya 7 petala langit, 7 petala bumi..
DINGIN SEMILIR PAGI..
masih manja berpuput..
merangkul tubuh seiring membangkit ghairah penghufaz..
galak mengalun merdu suara nan berpada..
buat memenuhi ruang dada..
membaiki kepincangan mesra lidah..
menambah kemanisan bibir..
DINGIN SEMILIR PAGI..
telus mengukir monumen tulus..
nan bersemayam di takhta hati..
membalut lembut wajah mungil ukhti..
pelindung buat tubuh sasa akhi..
memelihara langkah menjadi lebih santun.
DINGIN SEMILIR PAGI..
meredupkan seluruh fana..
menenangkan Rejab-NYA..
diwarnai alunan ayat-ayat suci..
dari lontar suara insan-insan kamil pilihan-NYA..
DIA gembira memerhati dengan kasih..
DINGIN SEMILIR PAGI..
Malaikat pencatat,
mesra pena lebar mengukir senyuman..
menitip doa melancarkan alunan..
penghuni alam lainnya kehilangan bicara..
sebak,gembira antara gelora bertingkah..
mengaggumi kegigihan fisabilillah para Daie kecil..

Allahuakbar!! Allahuakbar!! Allahuakbar!!